chat icon
BackKembali

Saham Apple anjlok akibat kenaikan harga Mac dan iPad yang lebih besar. Mengapa perusahaan ini mampu bertahan di tengah badai

Apple
AAPL
Hardware Price Hike
200-day Moving Average
Market News

Aurra Markets Editor

Diterbitkan pada 2026-06-26

Diperbarui pada 2026-06-26

1 Durasi Baca

A noir-style illustration shows a man in a trench coat looking at a glowing cracked green apple logo hovering above a flooded city skyline under lightning.

Bisakah Apple Bertahan dari Kenaikan Harga Produk Mac dan iPad-nya?

Keputusan Apple baru-baru ini untuk menaikkan harga produk Mac dan iPad-nya telah menyebabkan harga sahamnya anjlok, namun para ahli meyakini bahwa perusahaan ini memiliki ketahanan untuk melewati badai ini. Kenaikan harga ini merupakan respons terhadap melonjaknya biaya chip memori dan penyimpanan, sebuah situasi yang digambarkan oleh CEO Apple, Tim Cook, sebagai 'banjir seratus tahun.'

Berapa Besarnya Kenaikan Harga dan Dampaknya?

Apple telah mengumumkan kenaikan harga hingga 20% untuk model Mac dan 25% untuk iPad. Kenaikan tersebut setara dengan jumlah dolar aktual mulai dari $100 hingga $300 untuk berbagai model. Meskipun langkah ini bertujuan untuk mengimbangi kenaikan biaya komponen, hal ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi penurunan permintaan, terutama dengan mendekatnya musim belanja kembali ke sekolah dan liburan.

Reaksi langsung di pasar saham cukup signifikan, dengan saham Apple anjlok 6,2% pada 25 Juni, yang mencerminkan kekhawatiran para investor.

Bagaimana Reaksi Para Investor?

Terlepas dari respons yang bergejolak tersebut, beberapa analis memandang penurunan harga ini sebagai peluang beli yang potensial. Analis Wall Street mempertahankan target harga konsensus sebesar $314,42 untuk saham Apple, didukung oleh 30 rekomendasi Beli, 15 Tahan, dan hanya 3 rekomendasi Jual. Yang perlu diperhatikan, Apple juga membukukan hasil kuartal kedua yang kuat dengan pendapatan melebihi $111 miliar, menandakan permintaan yang terus berlanjut terhadap produk-produknya di luar penyesuaian harga.

Akankah Permintaan Tetap Terpengaruh?

Salah satu pertanyaan krusial adalah apakah kenaikan harga baru-baru ini akan meredam permintaan konsumen. Apple telah mempertahankan stabilitas harga untuk sebagian besar produk populernya yang lain, seperti iPhone dan Apple Watch, yang berpotensi memitigasi dampaknya. Indikator teknis menunjukkan bahwa saham Apple telah menemukan dukungan di sekitar rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $269, yang menurut para analis dapat menstabilkan saham saat perusahaan menghadapi perubahan-perubahan ini.

Poin-Poin Utama

  • Apple telah menaikkan harga Mac (hingga 20%) dan iPad (hingga 25%) akibat meningkatnya biaya komponen.
  • Saham tersebut turun sebesar 6,2% setelah pengumuman tersebut, tetapi para analis menganggap level harga saat ini sebagai titik masuk yang positif bagi para investor.
  • Laba Apple pada kuartal kedua melampaui $111 miliar, yang menunjukkan kesehatan bisnis yang kuat secara keseluruhan meskipun terjadi kenaikan harga.
  • Kekhawatiran mengenai penurunan permintaan tetap ada, dan kinerja penjualan di masa depan akan menjadi faktor krusial dalam mengevaluasi dampak kenaikan harga tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana data ini memengaruhi investasi Anda, baca analisis pasar terbaru kami.

Referensi

[^1]: CNBC.'Saham Apple Anjlok Akibat Kenaikan Harga Mac dan iPad yang Lebih Besar. Mengapa Perusahaan Ini Dapat Mengatasi Krisis (https://www.cnbc.com/2026/06/25/apple-stock-gets-slammed-on-bigger-mac-ipad-price-hikes-why-it-can-weather-the-storm.html)'. CNBC. 25 Juni 2026.

Kata kunci

Apple, pasar saham, kenaikan harga, Mac, iPad, respons investor, permintaan, pendapatan

Daftar Isi